Selasa, 25 Mei 2021

4 Tanda Anda Harus Menghentikan Penggunaan Candesartan menurut SehatQ.com

Berbagai obat pasti memiliki efek samping terhadap tubuh. Beberapa diantaranya bersifat negatif. Jika hal ini terjadi, maka anda harus segera berkonsultasi kepada dokter. Apabila terus dibiarkan malah justru akan semakin berbahaya. Lantas tahukah anda apa saja tanda untuk menghentikan penggunaan Candefion atau Candesartan? Berikut informasinya.

Gejala Negatif Setelah Penggunaan Candefion

1. Kulit dan Bagian Putih Mata Kekuningan

Kulit dan Bagian Putih Mata Kekuningan

Kulit dan mata bisa menjadi cerminan dari kondisi tubuh. Apabila warnanya sudah tidak sewajarnya maka anda harus memeriksakan diri ke dokter. Bisa saja gangguan semacam ini muncul akibat konsumsi zat yang tidak cocok untuk tubuh. Atau bisa juga menjadi tanda adanya masalah kesehatan terutama pada organ hati.

Meskipun berfungsi sebagai obat yang mengatasi masalah kesehatan, Candefion bisa menyebabkan kerusakan pada organ hati apabila dikonsumsi secara berlebihan. Orang yang mengalami kerusakan fungsi hati bisa rentan terhadap komplikasi. Hal tersebut terjadi karena racun yang ada di dalam tubuh tidak dapat dinetralisir dengan baik.

Sebenarnya, selain kulit dan mata yang menjadi kuning, terdapat berbagai gejala penyakit hati yang juga bisa dikenali dengan mudah. Beberapa diantaranya adalah feses yang pucat dan urine yang gelap. Untuk menghindari hal tersebut, anda harus mencari informasi obat dengan lengkap sebelum memutuskan untuk mengkonsumsinya.

2. Sakit Tenggorokan dan Demam

Sakit tenggorokan dan demam adalah penyakit yang umum terjadi dan dapat menyerang anak anak maupun orang dewasa. Penyebabnya juga sangat beragam, salah satunya karena ketidakcocokan sebuah zat atau yang kemudian disebut sebagai alergi. Gejala tersebut juga bisa terjadi dengan disertai rasa nyeri berupa sakit kepala atau otot.

Gangguan ini bisa diatasi dengan penggunaan obat NSAID. Sayangnya, jenis obat tersebut tidak boleh dikombinasikan dengan penggunaan Candefion. Hal ini terjadi karena senyawa ibuprofen dan asam mefenamat dapat mengurangi efek antihipertensi, padahal nyatanya Candefion berguna untuk menurunkan tekanan darah. Selain itu, resiko kerusakan ginjal juga meningkat.

Meskipun kerap kali disepelekan, tidak ada salahnya bagi anda untuk memeriksakan diri apabila demam dan sakit tenggorokan muncul setelah penggunaan Candefion. Bisa saja ada informasi obat yang tidak anda ketahui. Takutnya jika tidak segera dikonsultasikan, hal tersebut malah akan semakin memburuk. 

3. Detak Jantung Tidak Teratur

Detak Jantung Tidak Teratur

Detak jantung yang tidak beraturan merupakan sebuah gangguan yang serius. Jika dibiarkan maka kondisinya bisa berakibat fatal. Pengidapnya bisa merasa pusing, mudah lelah, pingsan, sesak napas, hingga nyeri dada. Gangguan tersebut dapat mengakibatkan penggumpalan darah, stroke, dan gagal jantung jika tidak segera diatasi.

Munculnya gejala detak jantung yang tidak teratur menjadi salah satu indikasi hyperkalemia. Bagi anda yang belum tahu, hyperkalemia merupakan kondisi di saat kadar kalium di dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini bisa muncul karena dipicu oleh konsumsi Candefion yang menyebabkan peningkatan kalium di dalam darah.

4. Kulit Pucat dan Muncul Bintik Bintik Ungu

Perlu diingat bahwa tidak semua orang tahan terhadap candesartan. Beberapa diantara mereka bisa saja mengalami gejala alergi yang akhirnya muncul di permukaan kulit. Ciri ciri yang paling terlihat adalah munculnya ruam atau bintik bintik berwarna ungu. Apabila anda mengalaminya maka segera hentikan penggunaan Candefion dan hubungi dokter.

Gangguan yang disebutkan tadi menjadi indikasi bahwa ada yang salah dengan kondisi tubuh. Memang benar jika pemicunya bukan hanya karena Candefion saja karena bisa juga akibat interaksi kimia dengan jenis obat yang lain. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi obat, anda harus mencari informasinya dengan lengkap.

0 komentar:

Posting Komentar